Jalan Rusak Parah, Ribuan Emak-Emak Lakukan Aksi Unjuk Rasa Kepung dan Segel Kantor PTPN VIII Bantarjaya

LEBAK | HDR News Tv – Ribuan massa Desa Jayamanik lakukan unjuk rasa (UNRAS) di depan kantor PTPN VIII Bantarjaya, Desa Jayamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, pada Selasa, 6 Mei 2025.
UNRAS tersebut menggugat pihak PTPN VIII melakukan kebijakan dalam pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan akses jalan utama yang di estimasikan sepanjang 5,8 KM, dari Kampung Jampang, Desa Margaluyu hingga ke Desa Jayamanik.
Rois, Orator dalam UNRAS tersebut sekaligus ketua Aliansi Masyarakat Jayamanik Bersatu (AMJB) mengatakan, tindakan yang diambil kali ini melalui UNRAS dengan ribuan massa. Karena, puluhan tahun pihak PTPN VIII tidak pernah melakukan pembangunan akses jalan yang sering menjadi lalu lalang masyarakat Desa Jayamanik.
“Dalam hal ini, kami AMJB dengan masyarakat Desa Jayamanik Bersatu padu untuk mengingatkan pihak PTPN VIII dalam pembangunan berupa akses jalan, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, dikarenakan jalan yang menjadi akses masyarakat rusak parah,” katanya.
Dari dulu, lanjut ia, kami berupaya melakukan pendekatan secara persuasif dengan pihak PTPN VIII, guna memohon kerjasamanya untuk membangun jalan yang biasa dijadikan akses perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami cukup bersabar dengan beberapa upaya yang diajukan kepada pihak terkait, dari pihak PTPN VIII itu sendiri hingga ke instansi pemerintah Kabupaten tingkat Eksekutif dan Legislatif. Namun, dari pihak manapun sudah tidak menggubris permohonan bantuan kami untuk menjembatani masyarakat Jayamanik dengan pihak PTPN VIII,” terangnya.
“Hingga terakumulasi kemarahan masyarakat Jayamanik maka melakukan UNRAS secara besar-besaran,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Oji Saputra, Kepala Desa Jayamanik saat diwawancara awak media mengaku, dirinya mengawal prosesi UNRAS masyarakatnya dalam menyampaikan aspirasi terkait akses jalan yang rusak berat.
“Sebenarnya aspirasi ini sudah kami sampaikan berkali-kali kepada pihak PTPN VIII untuk kolaborasi dalam membangun akses jalan tersebut, namun hal ini selalu menemui jalan buntu tidak ada tanggapan dari pihak terkait,” ucap Kades Jayamanik.
“Adapun aksi UNRAS dilakukan kali ini karena emosi masyarakat sudah terakumulasi, sebab masyarakat yang di wakili oleh AMJB selalu diberikan harapan palsu (PHP) oleh pihak PTPN VIII tadi,” tambahnya.
Dia juga mengaku, beberapa proposal permintaan pembangunan jalan yang buat dan dilayangkan oleh AMJB melalui Desa Jayamanik untuk PTPN VIII, namun selalu janji yang muncul tidak pernah ada realisasinya.
“Ya itu tadi, masyarakat Desa Jayamanik selalu di PHP in oleh PTPN,” pungkasnya.
Lebih ironisnya lagi, problema jalan rusak ini berdampak pada anak-anak sekolah.
Dikatakan Yanah, salah satu emak-emak yang turut dalam UNRAS tersebut, bahwa hancur dan licinnya jalan saat intensitas hujan turun berdampak pada pakaian dan atribut sekolah lainnya.
“Kasihan Pak (nyebut ke wartawan) anak-anak sekolah, kalau pas musim hujan turun, baju anak-anak kalau pulang pada kotor akibat terpeleset,” katanya.
UNRAS tadi, masyarakat mengajukan 5 petisi, diantaranya:
- Memperbaiki jalan yang sudah dibangun sepanjang 4,300 M dengan kualitas baik sesuai beban muatan angkutan panen kelapa sawit
- Membangun jalan akses utama dengan kwalitas yang baik
- Melaksanakan pembangunan jalan akses utama yang dilalui masyarakat Jayamanik dan sekitar area perkebunan yang masuk wilayah desa Jayamanik
- Memberikan legalitas lahan untuk fasilitas dunia pendidikan (sekolah SMP) dan kawasan pemerintahan desa Jayamanik
- Memberikan dana CSR (Corporate Social Responbility).
Untuk sementara, hasil dari UNRAS tersebut, masyarakat pengunjuk rasa melarang pihak PTPN VIII memanen atau memproduksi kelapa sawit seluas kurang lebih 600 Ha yang masuk wilayah Desa Jayamanik dan menyegel kantor PTPN VIII Bantarjaya.
Sementara, Zein dan Tegar, perwakilan dari Pihak PTPN VIII, saat hendak di wawancara awak media dirinya tidak bersedia memberikan keterangan apapun terkait UNRAS yang dilakukan masyarakat Desa Jayamanik.
Tim Liputan



