Kirab Budaya dan Sawer Buhun Warnai Hari Ketujuh Seren Taun Kasepuhan Cisitu 2026

Rangkaian Seren Taun berlangsung sejak 6 Juli dan akan berakhir pada 13 Juli 2026.

1001710605 1

HDR News Tv, LEBAK – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan Seren Taun Kasepuhan Cisitu 2026, masyarakat adat menggelar Kirab Budaya yang dirangkaikan dengan prosesi sakral Sawer Buhun, sebagai wujud rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus doa untuk keberkahan musim tanam mendatang. Rangkaian Seren Taun berlangsung sejak 6 Juli dan akan berakhir pada 13 Juli 2026.

Pelaksanaan Seren Taun Kasepuhan Cisitu 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian, pemajuan, dan pengembangan warisan budaya Indonesia agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Ketua Adat Kasepuhan Cisitu generasi ke-8, H. Yoyo Yohenda, mengatakan Sawer Buhun merupakan tradisi warisan leluhur yang menjadi simbol penghormatan kepada Sang Hyang Sri atau Dewi Padi sekaligus ungkapan syukur agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Dalam falsafah Sunda, harapan tersebut tercermin dalam ungkapan “mulur akar, babur satangkai, hejo daun, ngeusi beas, aman ka rajaan.”

Menurutnya, seluruh rangkaian Seren Taun telah memiliki ketentuan adat yang tetap dan diwariskan secara turun-temurun sejak berdirinya Kasepuhan Cisitu pada tahun 1685.

“Setiap prosesi memiliki aturan adat yang tidak berubah. Yang berbeda hanya waktu pelaksanaannya mengikuti kalender setiap tahun. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang kami peroleh,” ujar H. Yoyo Yohenda.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan Seren Taun sebagai identitas masyarakat adat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Selain melestarikan budaya, masyarakat adat Kasepuhan Cisitu terus mendukung pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. H. Yoyo berharap Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Pusat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju Kasepuhan Cisitu yang masih membutuhkan perhatian.

Menurutnya, perbaikan jalan akan memperlancar aktivitas masyarakat, memudahkan distribusi hasil pertanian, sekaligus mendorong berkembangnya wisata budaya di kawasan adat.

Pelaksanaan Seren Taun Kasepuhan Cisitu 2026 menjadi bukti bahwa tradisi leluhur yang telah berlangsung sejak tahun 1685 tetap hidup dan terjaga. Selain menjadi identitas masyarakat adat di Kabupaten Lebak, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banten kepada masyarakat luas.

Tim Liputan HDR News Tv

HDR NEWS TV
HDR NEWS TV
Articles: 1141