Pedagang Asal Madura Tewas di Lokasi, Diduga Terperosok ke Lubang Proyek Jalan Tanpa Pengamanan

HDR News TV | Lebak – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Cikulur, tepatnya di Kampung Cipeuteuy, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang pengendara sepeda motor bernama Muhammad Nur (28), pedagang asal Madura, meninggal dunia setelah diduga terperosok ke lubang proyek pengecoran jalan yang minim pengamanan.
Korban yang diketahui sedang dalam perjalanan dari arah Gunungkencana menuju Cikulur usai berbelanja kebutuhan warung miliknya itu mengalami luka berat di bagian kepala akibat menghantam material proyek. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Warga setempat, Muh Syam As (38), mengungkapkan bahwa proyek perbaikan jalan di lokasi tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat karena dinilai tidak memenuhi standar keselamatan bagi pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
“Seharusnya kalau ada pekerjaan jalan dipasang rambu-rambu dan tanda pengaman yang jelas agar terlihat oleh pengendara. Namun di lokasi itu tidak ada sama sekali,” ujar Syam kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan memadai membuat korban diduga tidak menyadari adanya lubang proyek di badan jalan.
“Korban terperosok ke lubang pengecoran lalu kepalanya terbentur besi beton proyek. Lukanya sangat parah hingga meninggal dunia di tempat,” katanya.
Syam menambahkan, kecelakaan di lokasi proyek tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga sekitar bahkan telah berulang kali mengingatkan terkait potensi bahaya yang mengancam pengguna jalan.
“Kalau yang baru pertama lewat atau jarang melintas di situ pasti tidak tahu ada jalan yang sedang dibongkar. Saat malam hari kondisinya sangat berbahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setiawan, membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa korban tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga dipicu minimnya pengamanan pada proyek perbaikan jalan.
“Penyebab kecelakaan tunggal itu diduga karena adanya pekerjaan perbaikan jalan tanpa dilengkapi rambu-rambu yang memadai. Penerangan jalan di lokasi juga kurang,” kata Aris.
Saat petugas mendatangi lokasi kejadian, proyek pengecoran jalan disebut hanya diberi pembatas sederhana yang kondisinya sudah tidak efektif sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.
“Rambu-rambu sangat minim. Hanya ada pembatas seadanya yang sebagian sudah terlepas akibat tersenggol kendaraan,” ujarnya.
Menurut Aris, ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Lebak. Meski baru kali ini dilaporkan secara resmi kepada kepolisian, warga mengaku kecelakaan serupa telah beberapa kali terjadi selama proyek berlangsung.
“Dari keterangan warga, kejadian kecelakaan di lokasi itu sudah sering terjadi. Namun kebanyakan tidak sampai menimbulkan korban jiwa sehingga tidak dilaporkan,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan dalam setiap pekerjaan konstruksi yang berada di ruang publik.
“Sangat disayangkan jika keselamatan masyarakat tidak menjadi prioritas. Setiap pekerjaan jalan wajib dilengkapi rambu-rambu dan penerangan yang memadai agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tegas Aris.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh personel Polsek Cikulur bersama Satlantas Polres Lebak ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat yang melintas di jalur Cikulur agar meningkatkan kewaspadaan karena proyek perbaikan jalan di kawasan tersebut masih berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan pada proyek perbaikan jalan tersebut.
Reporter : Tim
Redaksi : HDR News TV



