Regen Abdul Aris Desak Puskesmas Maksimalkan Pelayanan, Cegah Penumpukan Pasien di IGD RSUD Adjidarmo

HDR News TV | LEBAK — Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris, mendesak seluruh Puskesmas di Kabupaten Lebak untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Regen menyusul terjadinya lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara berjenjang dan tidak seluruhnya terkonsentrasi di rumah sakit rujukan.
“Intinya Puskesmas di wilayah Lebak, terutama kecamatan yang dekat dengan Rangkasbitung, Warunggunung dan sekitarnya, harus memaksimalkan pelayanan. Karena IGD di rumah sakit penuh,” kata Regen kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2026).
Menurut Regen, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas. Ia menilai sebagian warga memilih langsung datang ke rumah sakit ketika merasa pelayanan di Puskesmas belum maksimal.
“Karena mungkin masyarakat tidak percaya ke Puskesmas, kemudian pelayanannya dianggap kurang baik, akhirnya semua mengejar ke rumah sakit,” ujarnya.
Regen mendorong Dinas Kesehatan Lebak bersama pemerintah kecamatan dan desa memperkuat sosialisasi mengenai alur pelayanan kesehatan. Masyarakat perlu mengetahui bahwa Puskesmas dapat menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menangani berbagai keluhan kesehatan.
“Harus ada kolaborasi antara Dinas Kesehatan dengan pihak kecamatan dan desa. Ada sosialisasi. Kalau ada warga yang sakit, diberi tahu untuk datang ke Puskesmas terlebih dahulu, karena ada Puskesmas yang memiliki ruangan dan rawat inap,” katanya.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk sejumlah Puskesmas. Menurutnya, dukungan anggaran tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Anggaran Puskesmas besar. Ada yang Rp2 miliar, bahkan ada yang Rp3 miliar, Rp4 miliar sampai Rp5 miliar. Makanya pelayanan Puskesmas harus dimaksimalkan,” ujar Regen.
Ia menegaskan penguatan pelayanan Puskesmas bukan berarti membatasi masyarakat mendapatkan layanan di rumah sakit. Namun, pembagian fungsi pelayanan yang berjalan baik dapat membantu rumah sakit menangani pasien yang membutuhkan layanan lebih lanjut.
Regen juga meminta Posyandu dan perangkat desa dilibatkan dalam menyampaikan informasi mengenai layanan kesehatan yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Pelayanan harus baik dan sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat. Jangan sampai rumah sakit terus yang menanggung penumpukan pasien,” katanya.
Sebelumnya, IGD RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung dilaporkan mengalami lonjakan pasien hingga mencapai 113 orang. Sementara kapasitas ideal IGD disebut sekitar 29 tempat tidur.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingginya jumlah pasien dapat memberikan tekanan terhadap kapasitas pelayanan rumah sakit. Penguatan pelayanan di tingkat Puskesmas diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan pasien sekaligus memastikan masyarakat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.
Reporter : Red



